Tong Sampah Fiber untuk PIPPK Kota Bandung

Tong Sampah Fiber untuk PIPPK Kota Bandung

Program Inovasi Pembangunan dan Pemberdayaan Kewilayahan (PIPPK) Kota Bandung merupakan salah satu program yang sedang dijalankan oleh Walikota Bandung beberapa saat yang lalu. Program yang melibatkan penggunaan tong sampah fiber ini mengangkat tema penataan dan peningkatan infrastruktur. Tujuan dari program tersebut adalah untuk mewujudkan terciptanya Kota Bandung yang bersih. Program yang diluncurkan oleh Ridwan Kamil tersebut mendapat tanggapan positif dari masyarakat. Untuk menindaklanjuti tingginya volume sampah yang memenuhi aliran sungai, program ini dilakukan dalam beberapa tahapan agar tujuannya dapat tercapai.

Tahapan dalam PIPPK

Seperti halnya beberapa program yang dicanangkan oleh pemerintah, PIPPK Kota Bandung yang menggunakan tong sampah fiber juga dilaksanakan melalui beberapa tahapan. Merubah Kota Bandung yang penuh dengan sampah tidak dapat dilakukan dalam waktu yang singkat. Oleh karena itu, sebuah tahapan yang sistematis dan menyeluruh sangat diperlukan untuk mewujudkan Kota Bandung yang bersih sedikit demi sedikit. Meskipun perubahan tersebut tidak terlalu cepat, tahapan pada program kebersihan ini dinilai cukup efektif. Berikut adalah perincian tahapan penggunaan tong sampah fiber dalam program tersebut.

  1. Pembersihan Sungai

Kebersihan sungai merupakan salah satu poin utama dari program PIPPK ini. Sebelum menyediakan tong sampah fiber, kebersihan sungai menjadi prioritas pertama. Selama ini, kebanyakan masyarakat Kota Bandung memang membuang sampah mereka ke sungai terdekat. Dengan proses pembersihan sungai yang menjadi tahapan pertama program PIPPK, diharapkan sungai-sungai yang ada di Kota Bandung menjadi lebih bersih dan terawat. Meskipun sungai sudah dibersihkan, akan tetapi apabila masyarakat masih juga membuang sampah ke sungai, tahapan ini tidak akan banyak membuahkan hasil. Oleh karena itu, tahapan ini akan dilanjutkan oleh tahapan penyediaan sarana dan prasarana.

  1. Penyediaan Sarana dan Prasarana

Keberadaan tong sampah fiber di pemukiman penduduk Kota Bandung selama ini kurang mencukupi. Minimnya keberadaan sarana dan prasarana tersebut menyebabkan masyarakat memiliki kecenderungan untuk membuang sampah mereka ke sungai. Untuk mencegah masyarakat membuang sampahnya di sungai yang sebelumnya telah dibersihkan, pemerintah akan menyediakan satu tong sampah fiber berukuran besar setiap sepuluh rumah. Keberadaan dari sarana dan prasarana tersebut diharapkan dapat mengurangi volume sampah di sungai secara signifikan. Pada tahapan ini, sampah yang sudah terkumpul akan melalui tahapan pengelolaan sampah.

  1. Pengelolaan Sampah

Petugas pengangkut sampah akan mengumpulkan sampah yang ditampung pada tong sampah fiber di setiap pemukiman warga. Untuk memaksimalkan tahapan ini, pemerintah Kota Bandung juga telah membuka lowongan pekerjaan untuk petugas pengelolaan sampah. Setelah para petugas mengumpulkan sampah, sampah tersebut kemudian dibawa menuju tempat pengelolaan sampah. Di tempat tersebut, sampah akan dikategorikan berdasarkan jenisnya untuk mendapatkan pengelolaan yang sesuai. Dengan demikian, sampah yang biasanya hanyut ikut terbawa aliran sungai dapat dikurangi.

Keberadaan sampah di perkotaan merupakan permasalahan yang tidak hanya sering terjadi di Kota Bandung saja, melainkan di beberapa kota besar lainnya. Tong sampah fiber sering kali menjadi pilihan utama pemerintah untuk menanggulangi masalah tersebut. Karena sarana dan prasarana umum rawan terjadi kerusakan, tentunya diperlukan tong sampah yang berkualitas tinggi.

Pemesanan Tong Sampah Fiber

Salah satu indikator dari tong sampah fiber berkualitas adalah tahan lama. Ketahanan produk tersebut tidak hanya didasarkan oleh faktor cuaca yang ekstrim, namun juga tahan banting. Untuk menjalankan program tersebut, pemerintah Kota Bandung memanfaatkan produk yang diproduksi oleh PT Ramdhani Jaya. Untuk pemesanan dan informasi lebih lanjut mengenai tong sampah fiber tersebut, Anda dapat menghubungi Bpk. Kamsah Kertapernata di nomor WA 0812 3151 1935.

Iklan